Wajib baca daftar 10 buah penurun darah tinggi

buah penurun darah tinggi

Hipertensi atau darah tinggi merupakan gangguan medis yang jika tidak segera diatasi bisa menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan memberikan efek negatif pada beberapa organ vital di dalam tubuh, seperti ginjal, jantung, dan lain sebagainya.

Sayangnya, banyak orang tidak mengetahui kalau dia terkena hipertensi sampai dia merasakan gejala tertentu. Bahkan terkadang langsung parah dan berakhir dengan kematian. Tidak heran jika penyakit ini mendapatkan gelar ‘Silent Killer‘.

Faktanya menunjukkan kalau penyakit hipertensi atau darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang banyak menimpa masyarakat saat ini. Tidak saja menimpa lansia, bahkan sudah banyak orang yang masih berusia muda terkena penyakit ini. Meskipun tentu saja lansia yang paling banyak mengalaminya.

Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya hipertensi atau darah tinggi, diantaranya adalah obesitas, kecanduan alkohol, diabetes, dan lain sebagainya. Namun penyebab paling dominan adalah pola makan dan pola hidup yang kurang sehat.

Salah satu cara mengobati penyakit tekan darah tinggi adalah dengan rutin mengonsumsi buah penurun darah tinggi. Oleh karena itu, pada kelanjutan ulasan di bawah ini, saya akan memberikan ulasan ringkas daftar buah-buahan yang sangat bermanfaat dalam membantu mengatasi penyakit darah tinggi atau hipertensi.

Daftar 10 Buah Penurun Darah Tinggi

1. Melon

Salah satu buah penurun darah tinggi yang bisa dikonsumsi oleh orang yang menderita penyakit hipertensi adalah buah melon. Buah ini kaya akan vitamin A, vitamin C, thiamin dan kalium. Bayangkan saja, secangkir melon (173 g) mengandung 484 mg kalium, yang berarti sudah bisa memenuhi 14 persen dari nilai kebutuhan harian yang direkomendasikan. Selan itu, buah melon juga termasuk sumber yang baik dari asam folat, magnesium, dan vitamin B6.

2. Bit

Selain melon, buah bit juga merupakan salah satu buah penurun darah tinggi yang terbukti ampuh membantu mengatasi penyakit darah tinggi. Pasalnya, di dalam buah bit terkandung kalium yang berkhasiat membantu meningkatkan fungsi pembuluh darah dan mengurangi risiko penyakit jantung.Selain itu, buah bit juga mengandung senyawa nitrat tinggi yang turut memegang peranan penting dalam fungsi pembuluh darah.

3. Semangka

Buah semangka termasuk salah satu buah yang mudah ditemukan di Indonesia. Ternyata buah ini tidak hanya enak, namun juga bermanfaat dijadikan sebagai salah satu buah yang membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Pasalnya, di dalam buah semangka terkandung L-citrulline, yaitu zat yang terbukti berkhasiat menjadikan pembulu darah menjadi rileks. Oleh karena itu, bagi penderita penyakit hipertensi atau darah tinggi, buah semangka bisa dimasukkan ke dalam daftar buah yang akan dikonsumsi rutin untuk mengatasi penyakit tersebut.

4. Alpukat

Buah lain yang juga berkhasiat dijadikan sebagai buah penurun darah tinggi adalah buah alpukat. Alasannya, di dalam buah tersebut terkandung beragam zat yang dibutuhkan oleh tubuh seperti kalsium, magnesium, dan kalium. Bahkan, buah ini terbukti mampu memenuhi 1% kalsium, 10% kalium, dan 5% magnesium yang dibutuhkan oleh tubuh kita setiap hari. Selain itu, buah alpukat juga lemak tak jenuh tunggal yang sangat berkhasiat membantu menjaga kesehatan jantung.

5. Pisang

Satu buah pisang ukuran sedang terbukti bisa memenuhi 1% kalsium, 8% magnesium, dan 12% kalium yang dibutuhkan oleh tubuh kita setiap hari. Kadar kalium yang tinggi inilah yang sangat bermanfaat dalam menurunkan tekanan darah. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menjadikannya sebagai buah penurun darah tinggi. Caranya, makanlah 2 buah pisang setiap hari untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

6. Aprikot

Buah aprikot merupakan sumber vitamin A dan kalium yang sangat baik. Bayangkan saja, di dalam satu cangkir aprikot kering (119 g) mengandung 2.202 mg kalium. Kandungan kaliumnya sangat tinggi, sehingga cocok dikonsumsi sebagai buah penurun darah tinggi terbaik saat ini. Meskipun buah ini mengandung kolesterol, namun jumlahnya sangat sedikit sehingga tidak perlu dikhawatirkan.

7. Buah Tomat

Buah tomat sangat berkhasiat dalam menurunkan tekanan darah tinggi. Pasalnya, buah tomat kaya akan lycopene, yaitu zat yang terbukti secara medis sangat berkhasiat dalam membantu mencegah diabetes, penuaan dini, dan termasuk menurunkan hipertensi. Untuk hasil yang lebih maksimal, sebaiknya saat penyajian, buah ini dimakan tanpa banyak pemrosesan dan tidak dicampurkan dengan bahan-bahan lain seperti keju maupun daging berlemak seperti pada pizza.

8. Blueberry

Blueberry kaya akan antioksidan, sehingga mengonsumsinya akan memberian pengaruh positif pada tekanan darah, dengan cara mengalahkan radikal bebas dalam tubuh. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi penderita tekan darah tinggi untuk makan semangkuk blueberry segar dicampur dengan buah-buahan lainnya sebagai sarapan yang menyegarkan. Hanya saja, untuk mendapatkan hasil yang maksimal, sebaiknya Anda tidak menambahkan gula ke dalamnya.

9. Jeruk

Buah jeruk termasuk salah satu jenis buah yang kaya akan vitamin C selain dari buah kiwi. Disebabkan kandungan kaliumnya sebesar 326 mg dan tidak mengandung natrium, menjadikan buah jeruk termasuk salah satu jenis buah penurun darah tinggi terbaik saat ini. Selain itu, buah jeruk juga mengandung kalsium, fosfor, vitamin A dan folat.

10. Anggur

Kandungan bioflavonoid yang terdapat di dalam buah anggur sangat efektif membantu menurunkan tekanan darah tinggi, disamping membantu menurunkan kadar kolesterol. Buah anggur sebanyak 123 g mengandung 166 mg kalium, yang artinya bisa memenuhi persen dari nilai harian kalium yang direkomendasikan.

Demikianlah informasi seputar buah penurun darah tinggi yang bisa saya bagikan pada artikel kali ini. Semoga artikel ini bisa membantu Anda, khususnya penderita tekanan darah tinggi yang masih kebingungan dalam mencari solusi alami untuk mengatasi tekanan darah tinggi yang dialaminya.

Hanya saja perlu diperhatikan, bahwa mengobati penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi tidak sebatas mengonsumsi buah penurun darah tinggi, tetapi juga harus menghindari pantangannya dan menerapkan pola hidup dan pola makan yang sehat.