6 Gejala Stroke Pada Wanita & Penanganannya

gejala stroke pada wanita

Mengetahui apa saja gejala stroke pada wanita sangatlah penting agar bisa dilakukan penanganan dengan segera saat gejala tersebut mulai terlihat sebelum semakin bertambah parah. Apalagi, wanita memang memiliki resiko stroke yang lebih tinggi dari pada pria.

Sebuah survei di Amerika menunjukkan kalau banyak wanita yang belum menyadari tingginya resiko stroke yang membayangi hidup mereka, yang dipicu oleh hal-hal yang umumnya terabaikan oleh mereka. Bahkan, fakta menunjukkan kalau stroke merupakan penyebab kematian terbesar ke-3 bagi para wanita.

Stroke sendiri merupakan penyakit yang diakibatkan adanya gangguan fungsi otak yang terjadi secara mendadak, yang diakibatkan oleh gangguan pembuluh darah di otak. Stroke sendiri merupakan penyakit ganas dan mematikan.

Stroke bisa terjadi kapan saja, di mana saja, dan kepada siapa saja. Seseorang dianggap menderita stroke tatkala mengalami defisit neurologis selama lebih dari 24 jam. Apabila kurang dari itu dinamakan dengan stroke ringan.

6 Gejala Stroke Pada Wanita yang Sering Diabaikan

1. Wajah yang tidak simetris saat tersenyum

Jika wajah Anda terasa lumpuh terutama di satu sisi, sehingga saat tersenyum bagian sisi lainnya tidak akan bergerak. Bila ini terjadi, berarti gejala pertama stroke mulai Anda rasakan. Oleh karena itu, jangan pernah menyepelekan tanda ini. Sebaiknya Anda segera memeriksakan ke dokter.

2. Pusing

Pusing juga bisa menjadi salah satu gejala stroke pada wanita. Sebab, rasa pusing adalah diakibatkan oleh sedikitnya jumlah aliran darah yang membawa oksigen ke jantung. Apalagi sakit kepala yang anda alami tersebut terjadinya secara tiba-tiba, dan kadang disertai mual dan muntah.

3. Nyeri Tubuh

Sebagian besar gejala stroke adalah mati rasa, lemah atau kesemutan tanpa rasa sakit. Lalu diiringi rasa nyeri akut di satu sisi wajah, satu sisi tubuh atau salah satu anggota badan. Rasa sakit menyebar di belakang, bahu, lengan, leher atau rahang.

4. Muncul keringat berlebihan

Berkeringat secara berlebih tanpa alasan juga merupakan salah satu gejala stroke pada wanita, yang dipicu oleh kerusaka sistem saraf.

5. Sesak napas

Sesak nafas secara tiba-tiba juga bisa menjadi salah satu gejala stroke pada wanita.Sesak nafas tanpa ada riwayat masalah pernapasan adalah tanda peringatan yang tidak boleh dianggap enteng apalagi frekuensi terjadinya cukup sering Anda rasakan.

6. Mengalami kejang

Stroke sangat berbahaya karena bisa mengakibatkan kerusakan otak dalam waktu cepat, dan kejang-kejang merupakan salah satu tanda kerusakan otak. Karenanya, jika Anda mengalami kejang mendadak, sebaiknya segera kunjungi dokter.

Penanganan Gejala Stroke Pada Wanita

Penyakit stroke harus segera mendapatkan penanganan dari ahli medis. Sebenarnya, penanganan stroke pada wanita tidak ada bedanya dengan penanganan stroke pada pria. Dalam hal ini, dokter akan melakukan diagnosa dan perawatan untuk stroke sesuai dengan jenisnya.

Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan saya sebutkan jenis-jenis stroke dan penganganannya.

1. Stroke iskemik

Untuk melakukan pencegahan terhadap penggumpalan darah yang menghalangi aliran darah ke otak, dokter biasanya akan memberikan obat tissue plasminogen activator (tPA). Nantinya obat ini harus diberikan dalam 3-4 jam pertama sejak gejala pertama muncul agar lebih efektif. Hal ini berdasarkan pedoman dari American Heart Association (AHA) dan American Stroke Association (ASA).

Opsi lain yang bisa diberikan, dokter akan menyuntikkan pengencer darah atau obat antikoagulan lainnya yang berfungsi menghentikan trombosit membentuk gumpalan. Selain itu, masih ada pilihan pengobatan lain termasuk operasi untuk memecahkan gumpalan dan membuka blokade yang terjadi pada pembuluh darah.

Berdasarkan panduan medis terbaru, metode operasi dilakukan dalam rangka menghilangkan gumpalan darah tersebut. Hal ini bisa dilakukan maksimal 24 jam setelah awal munculnya gejala stroke.

2. Stroke hemoragik

Stroke hemoragik terjadi akibat bocor atau pecahnya pembuluh darah di otak. Perawatan jenis stroke ini tentu saja berbeda dari stroke iskemik. Sebab, perawatan-perawatan yang diberikan berdasarkan penyebab stroke, yaitu :

  1. Dokter menyarankan untuk melakukan operasi dalam rangka memblokir aliran darah ke aneurisma.
  2. Saat terjadi darah tinggi, dokter akan memberikan resep obat yang dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi pendarahan.
  3. Saat pembuluh darah yang pecah, dokter akan merekomendasikan perbaikan arteriovenous malformation (AVM) untuk mencegah pendarahan.

Demikianlah informasi seputar gejala stroke pada wanita dan penanganannya pada artikel kali ini. Tentu saja mencegah lebih baik daripada mengobati. Oleh karenanya, sebaiknya cegah gejala stroke sedini mungkin dengan senantiasa menjaga berat badan ideal, menjaga nutrisi seimbang, rajin berolahraga, dan menghindari nikotin.